
Ku selalu tanyakan pada diri
Bagaimana caranya untuk mencintaiMu
Bagaimana caranya untuk menghadirkan rindu.
Kubaca kitab-kitab tauhid tentangMu
Kuperhalusi ibadat lewat faham dari kitab fiqhMu
Namun tidak juga kuketemu cinta dan rindu.
Dan gelisah ini makin bertamu
Terdera diri yang ingin mencintaiMu
Sedang cintaMu penuh melata di jiwa
Mengapa diri tak mampu berbagi
Lalu kusedar seruan rindu dan cinta itu bukan sekadar seruan sepi
Dikau mendengar malah MAHA MENDENGAR
hambaMu ini terlalu ingin kembali kepada fitrah.
Kau kenalkan daku dengan syariatMu
Syariat yang membuat nur syahadah bertamu di jiwa insan pilihanMu
namun cinta dan rindu tak jua hadir.
belum masanya.
mungkin.
Kau kenalkanku pula dengan jalan juang agamaMu.
”nahnu ansarullah”
Setiap kali ingin kulaungkan terasa bagai ada yang menyekat
Ketiadaan cinta dan rindu.
Itu puncanya.
Aku mengakui dengan sepenuh pengakuan
Aku belum berani membuat janji itu
Cinta dan rindu buatMu..
Betapa sangat kumahu.
Namun mengapa tidak jua kutemukan.
Dan diriku semakin lelah
Mencari cinta dan rindu yang tak jua temu
Lalu ku lalui saja hari-hariku dengan cintaMu yang melata di jiwa.
Setiap langkahku kurasakan cintaMu
Sejenak.
kutersedar
Kurenungi diri.
Terlalu banyak yang kurenungkan.
Kuterlupa untuk merenungi diri.
Bodohnya aku.Tidak kukenal siapa diriku.
Suluk.
Akhirnya.
Jalan menuju cinta dan rindu buatMu.
Kutemukan..
Meski belum bercambah.
Putik-putik cinta dan rindu ini meniup indah dalam jiwa.
Cinta dan rindu itu teramat indah dan tersangat nikmat.
Dan airmata cinta dan rindu mengalir saban waktu.
Syahdu cinta dan syahdu rindu...